Tuesday, January 03, 2006

Update info 02/01/2006: Sebaran Data Kerusakan Banjir Bandang Jember

Salam Lestari.

Pak Seno, beberapa sebaran dusun dan tingkat kerusakan yang sementara dapat kami data sampai dengan malam ini (21.00 wib) bersumber dari Koramil.

Untuk tingkat kerusakan rumah dan sebaran dusun-dusunnya sbb:

Desa kemiri:
1. Dusun keputren: + 70% dari sekitar 300-an rumah rusak
2. Dusun Kalimanggis: + 80% dari sekitar 400-an rumah rusak
3. Dusun Gentheng: belum diketahui
4. Dusun Delima: belasan rumah disepanjang sempadan sungai; jembatan putus & hilang; pasar bangunannya semua lenyap.
5. Dusun Bunut: + 20 rumah rusak.

Desa Suci
Dusun Kepiring: jembatan putus dan hilang, rumah yang rusak belum diketahui.

Desa Glagahwero:
12 rusak (6 rumah rusak parah)

Saat saya melihat langsung di dusun delima, ada sekitar 10-an kendaraan dari jenis: picup bak terbuka, daihatsun, kijang, colt = rusak tertimpa atap rumah.

Untuk ternak yang hanyut dan hilang belum terdeteksi, tetapi di dusun Kalimanggis yang sebagian masyarakatnya memelihara sapi menderita kerusakan paling parah. Kemungkinan besok kita akan melakukan penyisiran dan survey darat serta melakukan pendataan.

Memang saat ini Cak Dai telah mengambil inisiatif untuk menjadikan Hamim sebagai posko bantuan banjir bandang. Dan barusan Hamim dan Cak Dai turut mengorganisir SAR PA Jember.

Kedepan, Hamim akan mengambil peran untuk melakukan refleksi atas kejadian banjir bandang di sungai Ketajek ini. Untuk catatan, sungai ini hampir tidak tercatat di peta. Lokasi kejadian bencana banjir ini di kawasan yang boleh dibilang bagian hulu, sekitar 150-an meter di atas permukan air laut.

Kejadian banjir ini sepertinya sebagai akumulasi dari penjarahan hutan di lereng selatan gunung Argopuro beberapa tahun yang lalu. Terlihat saat saya melihat langsung di perbukitan di hulu sungai terlihat sudah 'menghijau' tetapi tidak berpohon, alias hanya semak.

Daerah yang terkena bencana banjir bandang ada 3 kecamatan, yaitu: Panti, Rambipuji, Bangsri dan Tanggul. (catatan: kami hari ini baru bermain di di kecamatan Panti dan Rambipuji)

Desa di Kecamatan Panti yang terkena banjir bandang:
1. Desa Kemiri
2. Desa Suci
3. Desa Panti
4. Desa Glagahwero.

Jumlah korban dari berita radio: 34 orang meninggal dunia. Berdasarkan pemantauan sementara kami ada sekitar 200-an orang yang menjadi korban. (catatan: berdasarkan informasi warga dimana dari sekitar 300-an warga satu dusun baru diketahui 70-an orang yang terselamatkan dan ditampung di pengungsian; hal ini belum termasuk dusun-dusun yang lainnya).

Kebutuhan mendesak yang diperlukan:
1. Air minum, sebab air sungai menjadi keruh dan saluran air terputus total.
2. Susu, bubur, dan makanan serta minuman suplemen, karena banyak warga yang terjebak karena jembatan putus, sehingga mereka membutuhkan makanan suplemen tersebut.
3. Obat-obatan untuk bayi diare, obat nyamuk.
4. Tenda darurat, karena banyak rumah yang roboh, saat ini masih hujan, mereka terisolir belum bisa di evakuasi ke pos pengungsian.
5. Buah-buahan segar sebagai suplemen vitamin.
6. Pakaian pantas pakai, untuk segala umur.

Mungkin sekitar itu Pak Seno, yang dapat kami sampaikan dari Jember. Kalau nanti ada perkembangan atau tambahan dapat dilengkapi oleh Cak Dainuri.

Salam Lestari.
Didik Raharyono. (kebetulan sedang tahun baruan di Jember.)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home